Tampilkan postingan dengan label Celotehku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celotehku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 April 2016

Katanya, air mata seorang lelaki adalah tanda ketulusan dan keseriusan

Katanya, air mata seorang lelaki adalah tanda ketulusan dan keseriusan.

Dulu sang mantan pernah menangis karena takut kehilangan dan takut di duakan...
Tapi sekarang benar-benar hilang sehingga kita berpisah dengan tawa bahagianya.

Sekarang, ada lelaki yang mungkin aku sayangi juga menangis... Bukan karna takut kehilangan, tapi karena melihat seseorang yang tua tidak memiliki kaki berjalan mengesot ditengah teriknya matahari, sehingga dia merasa bersyukur kepada Allah Sang Kuasa karena dia diberi kesempurnaan tubuh. Dia merasa iba lalu  membayangkan apabila dia ada di posisi orang tersebut. Subhanallah... Semoga engkau lelakiku :')

Aku baru sadar menangisnya lelaki karna takut kehilangan adalah hal yang gak bermutu. Sedangkan menangisnya seseorang atas rasa syukurnya kepada Allah adalah suatu pecutan untuk lebih bersyukur lagi. :')

Jumat, 26 Juni 2015

Curhat mamah dedeh

Setia seng gawe aku goblok koyo ngene. Nggawe
aku rak peduli opo2 sakliyane awakmu. Nggawe aku
ngenteni tanpo tak ngerteni tujuane~

Senin, 18 Mei 2015

Hehehe

Aku gangerti apa itu cinta.

15-05-15. Sidiek Azlam.
Love's a game, wanna play?

Hahaha... So it's gonna be forever
Or it's gonna go down in flames. ;)

Senin, 13 April 2015

Rabu, 11 Maret 2015

Minder karna gak cantik atau ganteng? Baca ini

Ngoceh aja ya, satu motivasi buat kawanku tersayang yang dia selalu merasa rendah dan terpuruk bila ada seseorang yang mengkritik wajahnya. Muka bukan jaminan sob! Mereka memang cantik dan tampan tapi kau harus ingat... Kecantikan dan ketampanan mereka hanya sedalam kulit! Berapa dalam sih kulit itu?

Kalo Allah berkehendak begitu atas apa yang menimpamu maka syukurilah... Engkau masih makhluk yang sempurna.. Cobalah lihat orang yang buta disekitarmu. Mereka tak pernah memandang keindahan dunia bahkan wajah merekapun tak pernah mereka tau. Bahkan mereka tak mengerti apa itu tampan dan apa itu cantik. Bersikaplah buta tanpa memandang baik buruknya ciptaan Allah. Setiap manusia mendapat jatah masing-masing. Bersyukurlah dengan kesempurnaanmu! :')

Selasa, 20 Januari 2015

penyebab Anak Bohong kepada Orangtuanya

Penyebab Anak membohongi orang tua.

Ini adalah cara pandang anak yang sering membohongi orang tua. Tentu saja seperti ini pasti memiliki sebab. Menurut survey pribadi saya menyatakan bahwa ada beberapa penyebab anak bohong kepada orangtuanya yakni :

1. Adanya ketertutupan sikap antara Anak dan orang tua

Sikap anak yang tertutup otomatis orangtua kurang mengenali sisi pribadi anak. Padahal mengenalinya lebih dalam adalah kewajiban orangtua terhadap anak untuk selalu memahami karakternya.

2. Tingginya rasa malu atau canggung sang Anak

Apabila kedekatan tlah terjalin namun sang Anak terbukti masi berbohong. Kemungkinan mereka merasa apa yang dilakukannya adalah hal yang sangat tidak layak untuk diketahui orangtua mereka. Dalam kata lain anak ingin dipandang baik oleh orangtua

3. Peraturan yang mengekang

Anak selalu merasa terkekang pabila apa yang ia lakukan selalu saja disalahkan oleh orangtua. Apalagi dari metode yang represif atau mengandung kekerasan dalam hal pemulihannya. Karena merasa terkekang maka anak membohongi orangtuanya.

4. Kurangnya kasih sayang orangtua

Anak sangat membutuhkan kasih sayang dari orangtua mereka. Banyak kasus dalam pergaulan remaja yang merasakan kurangnya kasih sayang yang mereja dapatkan dari orangtua. Akibatnya banyak dari mereka yang mencari kasih sayanag kepada selain orangtua. Berpacaran misalnya.

5. Kebiasaan buruk atau paradigma yang buruk

Orang tua suka mendongeng kepada anak seperti kisah si kancil suka mencuri timun. Dalam cerita dongeng dapat membentuk kepribadian anak untuk meniru. Padahal cerita dongeng tersebut adalah cerita kecerdikan yang terselubung. Lantas pabila sedari kecil sudah di cekok dongeng buruk. Mau jadi apa besarnya?

Demikian coretan saya... Semoga membuka mata para orangtua terutama orang tua saya sendiri. Saya juga butuh kasih sayang! :')

Kamis, 25 Desember 2014

Ngoceh

Kapan sih etika jurnalis benar-benar dijalankan dalam pembritaan di Indonesia?

Nempetin kapitalisasi huruf aja masih salah-salah.
Uda tau ajarannya tapi tetap saja sekehendaknya.
Cara pandang subjektif yang jadi panutan. Kapan masyarakat bisa teratasi kebingungannya kalo kaya gini. Wartawan ampelop...!

Saya tak tau harus percaya media apa. Mungkin bertindak buta lebih baik daripada terperangkap penilaian subjektif.

Celoteh

Bisa bedain mana letak hati mana letak dada?

Sampe kapan realisasi salah tetap digunakan di indonesia?

*nunjukotak*

Sabtu, 20 Desember 2014

Ribut rengking

Hai brosist, pengambilan raport uda kemarin ya, alhamdulillah aku naik satu peringkat. Kemarin aku dapet 9 sekarang 8. Yagimana ya kalo dibilang bagus sih ya pas pasan. Tapi kalo disyukuri didepan public ntar dibilang arogan. Yauda tetap bersyukur dan berusaha dengan caraku deh. Eh, dapet kabar dari temen ada yang perang sengit gegara rata-rata sama tapi peringkatnya beda. Hahaha so lame! aku cuma mau nyewot aja nih hehe, buat mereka-mereka yang pengen jadi yang pertama. Yang namanya ilmu menurutku si gabisa diukur. Dan mungkin adanya peringkat ini gacuma positif aja, ada juga negatifnya. Negatifnya peringkat itu malah bikin kita seakan terperdaya sama tingkatan, selain itu juga muncul diskriminasi. Yauda si kalo memang ada  gaperlu dibikin ribet. Kamu sadar sendiri kan kalo yang dipentingin itu rata-rata dan jumlahnya bukan tingkatan yang tinggi sehingga membuatmu feel so high. Yagitutu alaynya keluar semua. terserah mau bilang aku sirik hahaha, aku cuma ngoceh aja ama tingkah laku kekanakan anak SMA yang masi bocah. Sepertinya Indonesia haris nyontoh metodenya Finlandia, yang disana gaada sistem peringkatnya karena semua yakin bahwa murid itu pintar dan mereka berhak mendapatkan rangking 1 semua.Think big !

Selasa, 16 Desember 2014

Keplekan, adalah kunci melawan lupa

Kalo hape hilang masi bisa dimiskol lagi tapi kalo kunci hilang? alamatul remidi hehehe. keplekan oh keplekan.. Jasamu sangat berguna saat aku dilanda lupa,haha misteri keplekan atau kunci contekan memang triks ampuh melawan lupa haha. Tapi Alhamdulillah, musim testing uda selesai dan remidipun juga sudah usai. Ngomong-ngomong soal testing transaksi catat mencatat kunci uda ga asing lagi ya sob... Atas dalil asal gak ketahuan, trik nakal ini sering dipakai para pelajar. Aku misalnya, punya aplikasi pribadi Google tab. Apasih gugel tab itu? haha rahasia dongs.
Nyontek kalo dibilang penyimpangan sekunder kayanya ga nyampe deh. Lebih tepatnya ya masuk di penyimpangan primer atau penyimpangan yang masi bisa dimaafkan hehe. Ya walupun terbilang kecil tapi berabe juga kalo dibiarin. Namanya juga penyimpangan ntar kalo kelamaan tindakan jujur hanya sebuah hipotesa gimana dong? Mungkin memaksakan kehendak atau pemahaman pribadi ke oranglain acapkali bisa di remehkan ya. Tapi aku kali ini cuma pengen sekedar nyeloteh aja tentang yang berhubungan dengan ujian dan remedial. Yang di awal adalah ujian dan yang di akhir ada remedial dan ditengah-tengah ada sebuah kemungkinan hehe. Nah yang ditengah ini sob yang kita bahas... dimana kita masuk dalam fase pemrosesan... Nah, kalo kata pak guruku ya, "Saya berpendapat kalau nilai bagus atau rangking terbaik itu bukan dikasi kalimat bijak -pertahankan prestasimu- karnea kalo begitu maka si murid akan merasa puas sampai disitu saja atas apa yg diraihnya. Itu salah! Yang benar  ya tingkatkanlah prestasimu," begitu katanya. Ya memang betul sih, semboyan seperti itu sering diucapkan guru lain. Tapi alangkah lebih baiknya jika sudah jadi terbaik tapi tetap berusaha menjadi lebih lebih lebih baik lagi, Itu baru joss! emmm... tapi kalo aku boleh ngomen ya... semboyan yang lebih baik lagi juga suangaaat banyak. Yang lebih bagus tu gini ni, "Manfaatkanlah ilmumu untuk kebaikan bersama" Nah itu baru joss... marena apa, semboyan yang bilang tingkatkanlah prestasimu itu kalo cuma ditingkatain gak dimanfaatin ya percuma. Walopun sepele ya. Tapi semboyan itu bisa mempengaruhi hlo... Kita dididik untuk menjadi yang terbaik akibatnya banyak yang menghalalkan segala cara untuk jadi terbaik. Kita dididik mendapatkan nilai bagus, tapi dalam praktik sehari-harinya enol. Kita dididik "Jangan sampai jatuh ke lubang yang sama" akibatnya kita menyerah dalam suatu permasalahan yang dimana kita pernah gagal. Nah yang kaya gitutu efeknya di fase proses. Proses ujian murid, jadi ajang lomba jadi yang terbaik. Dimana ni sisi pemanfaatannya?
Dominanya malah jadi mengahalalkan segala cara. Salah satu pemikiran guruku yang bisa dinalar juga, "Setiap murid saat ulangan dibolehkan open book. Asal tidak menyontek temannya. Dan guru yang pintar adalah guru yang mampu membuat soal tapi tak bisa dijawab murid". Ada benernya juga  sih, kalo setiap ulangan kita dibolehkan membuka buku asal itu buku catatan kita dan tidak bertanya kepada teman dengan aturan seperti itu mungkin kita bisa menanggulangi penyimpangan primer sedikit demi sedikit. Toh apa yang dicatat dalam buku kita adalah hasil catatan dari ilmu yang disampaikan guru tersebut. Dan kami para murid juga bisa teringankan dari dosa-dosa kecil yang dianggap remeh. Lagipula kalau ulangan trik klasik yang dipakai murid adalah menghafal dan bila selesai biarlah lupa yang melanda. Artinya ya ulangan paling cuma modal hafalan trus nulis apa yang uda kita hafalkan trus tinggal tunggu pengumuman remedial. Bukankah yang namanya belajar gak cukup cuma hafalan dan melupakan ya? O.o #sayabingung tolong pahamkan akuu... :(

Sabtu, 13 Desember 2014

Akibat tumbuh ke atas gak nyamping-nyamping

Assalamualaikum...

Aku balik lagi ni sob.. yuk ngopi ngopi lagi kali ini temanya akibat tumbuh ke atas gak nyamping-nyamping. Ini bukan iklan hlo yaa... tapi ini sekedar opiniku aja hehe...

Dalam masalah pertemanan, kita bagus kalau bisa meninggi dari yang lain. Tapi alangkah lebih baik lagi kalo meningginya bersama. Artinya kita memperkuat pertemanan dengan maju bersama.... tapi tetap dalam koridor positif ya...
Sebuah cerita dari pasien hati saya,
"Kakak... aku punya temen dia itu baik banget. Tapi disisi lain dia itu bikin passion belajarku melemah. Dia selalu ngajak aku hura-hura selalu ngajak aku jajan kemana-mana tapi ketika adzan tiba dia gak mau sholat. Aku uda nyoba nasehatin tapi dianya mendadak marah sama aku. Beberapa hari dia gak sms atau bm aku. Aku jadi ngerasa gimana gitu.. apa aku salah kalo aku nyuru dia sholat. Aku juga ngerasa kesepian gak diajak dia main-main lagi..."

Ehm...untuk memecahkan masalah hal yang paling ampuh dan jitu adalah tabayyun. Atau menjelaskan perkara dan mencari solusi demi kebaikan bersama. Happy-happy sama temen memang menyenangkan namun alangkah lebih baiknya happy bersama dalam kebaikan. Misal kita bakti sosial. Atau kita bareng2 bertadabur alam. Untuk masalah kesenangan duniawi, kalo menyenggol hukum islami tentu tak baik. Saya sendiripun kerap menemui masalah seperti itu.. asyik dalam berteman sampai lupa diri kepada sang Illahi. Namun alhamdulillah setelah curhat ke temen yang notabennya baik dan religius saya mampu menghadapi. Seperti yang di alami oleh adek.. Dalam berteman pasti terjalin rasa kasih sayang, dalam kasih sayang kita harus memupuk dan mempondasikan hal-hal positif, misalnya saling mengingatkan dalam kebaikan dll. Mungkin adek merasa kehilangan kesenangan itu pasti... tapi anggaplah semua ini adalah sentilan dari sang Illahi. Dimana kita diharapkan kembali dalam jalanNya. Perlu pendekatan lagi dan metode menasehati yang baik, mungkin bisa sedikit demi sedikit... yang paling ampuh adalah bercerita...kita bisa coba banyak komunikasi dan ngobrol ringan islami. Tapi kalo uda marah gitu ya coba minta maaf dulu... bilang ke dia atas dasar sayang kamu menyuruh dia untuk sholat. Karena sholat itu perintah langsung dari Sang Kholik. Bukan buatan manusia. Selain itu bersikaplah netral dan  rangkul semua temanmu. Bertemanlah dengan semua teman baik maupun buruk. Teman buruk untuk diajak kebaikan dan teman baik untuk menarik kita apabila melenceng dari koridor islam. Dengan seperti itu kita bisa memposisikan diri kita ditengah pabila ada perseteruan antara anak baik dan buruk. Yang mungkin domi an sikap radikal masi melekat dalam kelompok teman alim dan teman yang kurang alim. Mulai sekarang ubah pola pikir.. jangan meninggi dengan kelompok sendiri... kita juga butuh nyamping-nyamping untuk menyeimbangkan ketinggian kita bersama. Thanks :)) SA~

Senin, 08 Desember 2014

Kisi-kisi berbentuk soal membuat murid semakin berambisi?

Alooohaaaa.... Ngoceh lagi ya sob.
Yuk kita ngopi-ngopi ato ngobrol tapi berisi. Yang lagi boomingnya ni tentang UAS coy. Tapi kenapa baru ku posting sekarang? Hehe iyaa...soalnya UAS uda selese. Karena ditakutkan ada pihak yang tidak berkenan karna tulisan saya ini, jadi ambil jalan selametnya tak posting setelah UAS selesai.

Emmm... bahas kisi-kisi yuk. Kisi-kisi UAS memang trik paling jitu dalam kelancaran ujian. Karena eh karena Sang guru dapet point plus dan Sang murid juga kena point plusplus. Tau gak apa aja pointnya? Jadi gini ni kalo kita dapet kisi2 pastilah kita dapet semacam bocoran tentang apa yang akan diujikan besok. Jadi kita gaperlu waspada empatlima kalo kesusahan ngerjain karna gatau apa yang bakal diujikan dari sang Guru. Dan selain itu point plus bagi guru... pabila banyak murid tuntas di mapel yang dibawanya maka guru tersebut suskses dalam mengajar. Iyaa kaan?hehee... Tapi eh tapi, metode kisi-kisi berbentuk soal juga mempengaruhi kita, pasalnya kisi-kisi berbentuk soal dominanya berefek pada kefokusan sang murid dalam belajar. Dan mayoritas murid hanya mempelajari soal yang diberikan oleh guru. Karna sesungguhnya saya ini juga termasuk murid yang mayoritas jadi saya tau apa kata hati teman-teman, yakni kalo kita uda dapet kisi2 bentuk soal ngapain juga belajar bab yang diujiin secara menyeluruh? Cukup copas jawaban dari teman dan menghafalkanya insyallah sudah dalam posisi aman. Nah itu dia sob, efek dari kisi-kisi berbentuk soal. Rasanya kalo mempelajari bab yang jelas gak keluar di kisi2 soal tu rugi. Hehe, rugiii....! Iya rugi kalo pendapat kamk yang sesama murid mah. Eh, tapi kalo lebih briliantnya lagi ya alangkah baiknya kita juga mempelajari bab keseluruhan, biasanya yang kaya gini tu anak-anak yang rajin binggo.. bukan termasuk saya sih, tapi memang domino banget ruginya kalo uda dapet kisi-kisi soal tapi masi aja belajar bab lain yang minoritas keluar dalam ujiannya. Hehe, sekian celoteh dari saya...gausa dipikir panjang.... anggep aja angin lewat. Thanks :)
No comment :)

Gak cuma butuh pinter!

Assalamualaikum...

Mau nyeloteh lagi ni sob... kali ini aku mau ngomongin tentang pandanganku ke temen yang notabenya pinter tapi gak berkarakter. Ya mohon maap kalo ada yang tersindir. Aku cuma ngoceh...hehe lagian negara kita ini menjunjung hak kebebasan berpendapat kan ya hehe.

Ada temen aku tuh... Yang kayanya tu diam-diam naruh standarisasi nilainya ke aku. Artinya, kalo nilaiku diatas dia pasti dia agak gimanaaa gitu. Dan kalo nilai dia diatasku dia seneng banget. Dihh... aku sih cuek, tapi lama kelamaan juga risih dikira kaya helm yang punya SNI. Sisi positif sih ada, tandanya dia mengakui adanya aku dan bisa bersaing sehat pula. Tapi yang ini ni agak kurang waras kali ya. Soalnya kadang dia itu memanfaatkan kelemahan... misal ngajak main kek ato bolos kek ato hal-hal ynang bikin passion belajar tu nurun. Nah loh salah siapa? Salahku juga si yang gak bisa nyetir diri hehe...
Tapi opiniku pribadi nih ya, kita tu gak seluruhnya kok terikat dengan ilmu mapel sekolah. Aku si lebih ke enjoying aja biar gak berimbas jadi annoying. Karena apa? Di sekolah gak seluruhnya juga guru mengajarkan ilmu... Contohnya, guru gak pernah kan ngajarin cara berhutang yang baik, cara nyetrika yang  baik, cara nyikapin  temen yang minjem barang gak dibalikin dll. Ya itu semua butuh solusi dan terkadang penyelesaianya gak dibahas di sekolah formal. Cukup setir diri dan keep muse untuk nyari solusinya. Inget yaa itu juga ada unsur ilmu yang malah trjadi di kehidupan sehari-hari. Pinter sih bagus tapi kalo gak berkarakter itu hlo yang gak bagus. Buat apasih ilmu bejibun kalo masi aja suka ngajak temen buat bolos, buat apasih nilai bagus kalo dibelakang ada kongkalikong untuk cari ketenaran. Lebih baik itu ya pinter gunain kepinteranya. Ngadain belajar bareng kek ato gimana gitu..bukan netepin standarisasi ke orang lain... Coba manfaatin kepinteran buat berpikir luas. Jangan sekedar lingkup kelas aja.. Rengking bagus trus puas trus slese deh.. mboten sae sob... yang luas tu gini misalnya... Uda pinter,ngadain blajar bareng, dengan tujuan minterin temen yang kurang pinter kaya aku gini misalnya... Berpikir luas lagi semua ini dilakukan untuk meminterkan anak bangsa. Coba aja fikir kalo ilmu mu hanya milikmu. Trus kamu mau majuin bangsa sama siapaa? Masa iya sendiri... inget juga.. boleh jadi kamu anak terpinter sesekolah. Tapi kamu harus inget ada anak sekolah lain yang lebih pinteeeeeer. Think big! Buka mata jangan cuma sebelah aja. Ayo kita bareng2 berbagi.. mu gak bakal habis kalo dibagi. Malah ngalir kan pahalanya. Jadi ya kita siapin besiknya dulu... Ilmu kehidupan sosial dan ilmu pelajaran juga harus seimbang. Jangan melulu cuma cari nilai terbaik kamu jadi pelit. Hehehe...
Kan uda disemboyanin kan bhineka tunggal ika. Masa lupa pajaran esde?katanya pinteer?haha (SA)

Sabtu, 06 Desember 2014

Kakak kelas vs Adek kelas

Hallu gays.... mau curhat ni.
Ama nyeloteh dikit yaa... :D

Gimana rasanya kamu sebagai kakak kelas ngadepin adek kelas yang songong?
Dan gimana rasanya kamu jadi adek kelas yang dianggep buruk dan potensi lemah oleh kakak kelas?

Yaps...aku uda ngalami semuanya gals. Secaraaa...aku uda kelas 12 ni hehehe... jadi tau deh rasanya digituin.
Opini aku ni.. Ya alhamdulillahnya pas jadi adek kelas ni... aku gak di gituin banget ama kaka" kelas aku..aku masi dianggep baik-baik. Tapi dari berbagai curhatan temen aku ni yaaa....yang katanya versusan ama kaka kelas. Dia selalu aja bilang "mba nya itu nyebelin sok bisa dll" ya emang menurutku si uda kodratnya orang itu ngeliet yg dibawah slalu merasa ga sebaik perfomanya... artinya emang bner kaka kelas nganggep adek kelas itu gabisa sebaik apa yg kaka kelas itu kerjakan...terutama di masalah organisasi. Kaka kelas sering nganggep adek kelasnya lemah dan beda dengan kemampuan mereka yg mereka rasa bisa baik dalam segala hal.

Trus selanjutnya ni...nyikapin ade kelas yang songong.
Ada tuh banyak... dari yang mulai sok jadi jagoan.. yang sok ngerasa cantik... dan sampe sampe durhaka ama kaka kelas. You know what?
Durhaka broooh.... artinya dia itu gapunya sopan santun. Ngomong asal ceplos kasar... dan itu tu yang bikin kekk buanget. Aku lagi digituin nih sama adekelas yg ngerasa sokk kecakepan. Khusus cewe kalo jadi adek kelas jangan merasa cantik... biasanya ade kelas yg cantik tu banyak diuber kaka kelas cowo hehehe. Dan itu biasanya menimbulkan cemburu dari kk kelas yg cewe dan ahirnya kena deh stempel "ade kelas centil". Tapi beda kalo yg sokk kecakepan, jangan sokk deh didepen kaka kelas ato publik sekolah... Dihhh... enak banget semena-mena, dikira kita ngefans gitu... yuhh yuuuhh....anak kecil mah bisa apa.
Nah contoh adek kelas ky gini ni yg biasanya dibenci kaka kelas. Dari mulut ke mulut berahir jadi kabar burung... jadi bnyak deh yg ngecap dia sebagai adekelas yang gapunya attitude. Brantas ajaaaah!
Emang kita dikira apaan. Huft...

Nah gals.. itu tadi ulasan dari 2 pengalaman aku. Ya saran aja si... kalo lagi jadi junior tu jangan macem2 ama kaka kelas... usahain punya attitude kalo lagi ngomong apalagi minta bantuan ke kaka kelas ya... soalnya kalo uda jadi kaka kelas tu jiwanya uda berubah serasa punya bawahan gitu... dan buatmu kaka kelas... jangan bersikap terlalu galak...bisa ditakutin ntar... jangan pandang lemah juga potensi adek kelas kamu yaaa.... byebye :) invite ya 515573fe

Jumat, 28 November 2014

Nyudut pandang

Menghadapi UAS kelas XII emang lagi gempar terjadi di sekolahku.
Usut punya usut dari semua reaksi anak kelas XII memanglah berbeda. Apalagi kalo pelajaran pertama yang di ujikan bahasa arab.
Alhamdulillah karna dulu jebolan pondok jadi gak terlalu sulit bagiku walopun banyak di ngasalnya haha.

Kalo orang santei besok ujian  basa arab :
Alah tenang aja, orang ujian itu nguji kemampuan kita. Kalo belajarnya mendadak gitu kan sama aja muna... bukan kemampuan alami tu namanya.
Lagian basa arab kalo remidi ya wajar. Orang susah banget kaya gitu haha. Akeh tunggale

Orang alim : Aku si lebih suka belajar dan target nilai baik. Yang penting niatnya aja deh karna Aah

Orang gila nilai : ya setidaknya kita usahalah walo gak menguasai. Biar bisa dapet rengking dan nilai terbaik.

Sekian. Saya freelance!

Selasa, 25 November 2014

Hubungan yang grogi!

Suka illfeel aja kalo ngedapetin org pacaran yg suka tuker2an nomer.
Ato hape ato paswrd sosmed dll.
Knapa harus pake begituan si? Kalian gapercaya satu sama lain?. Dihh..kasian tu temen2 yg pada bingung. Butuhnya ama si ini malah yg ngebales pacarnya. Bikin bingung aja....
Alangkah baiknya si ya walopun kalian punya hubungan spesifik wkwkwk ehh sepesial.. tapikan juga ada batasan privacy masing2 si... kalo uda cinta mah ya percaya aja semua bakal baik2 aja. Gaperlu kawatir!!!!!
#Mrs.SinggleHappy