Kamis, 18 Juli 2013

Toleransi Bukan Berarti Ikut Tradisi



Assalamu'alaykum Sahabat. Imam Abu Dawud menceritakan bahwa Rasul berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad kemudian meninggalkannya. Rasul bersabda; "Keduanya merupakan hari raya orang kafir (Yahudi dan Nashrani) dan aku ingin menyalahinya, (berbeda dengan mereka)." Dalam riwayat lain, ketika Rasul datang ke Madinah, masyarakatnya yang musyrik memiliki dua hari raya (hari raya Nayruz dan Mihrajan) yang mereka rayakan, maka Rasul saw bersabda: “Sungguh Allah SWT telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang yang lebih baik daripada keduanya, yaitu Idul Adha dan idul Fithri.” Bukan hanya sekali dua kali Rasul menyalahi budaya orang-orang kafir. Tapi setiap kali, hingga oran Yahudi mengatakan, "Tidak luput satu perkara dari urusan kami (Yahudi) kecuali dia (rasul) menyalahi kami dari hal itu" (HR. Bukhari). Jika Rasul teladan kita sepanjang zaman tidak mengikuti budaya orang-orang kafir, apa alasan kita memberi ucapan selamat natal, ikut hadir dalam perayaan natal, atau menggunakan atribut dan pakaian khas natal?

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad).

“Dan apabila mereka melewati (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” (QS al-Furqan [25]: 72).

Berdasarkan ayat ini Imam Ahmad berkata: “Kaum Muslimin telah diharamkan untuk merayakan hari raya orang-orang Yahudi dan Nasrani.“ Imam Baihaqi menyatakan, “Jika kaum Muslimin diharamkan memasuki gereja, apalagi merayakan hari raya mereka.”

Kini, media tengah ramai memblowup tema hari Natal yang dirayakan kaum Nashrani. Bahkan dalam acara puncaknya, akan dihadiri oleh orang No. 1 di negeri kita. Tak masalah jika perayaan hanya untuk kalangan mereka di lingkungan mereka. Namun ketika masyarakat muslim digiring media untuk bersikap toleransi dengan memberi ucapan selamat atau hadir dalam perayaannya, sudah termasuk usaha pendangkalan akidah. Haram hukumnya. Toleransi beragama dalam Islam adalah membiarkan non muslim merayakan hari besarnya. Bukan ikut tradisi dalam bentuk apapun meski itu dianggap trendi. Di sinilah pentingnya kita punya institusi negara (khilafah) yang akan menjaga akidah umat dari serangan budaya. Tak ada ucapan selamat untuk perilaku sesat.

KETIKA ENGKAU MERINDUKANNYA



Ambilah Wudhu
Tadahkan tanganmu di atas sajadahmu
lalu pejamkan matamu dan katakanlah

YA ALLAH
Hamba sangat merindukannya
merindukan kehadirannya

Dia
yang akan menjadi Imam /makmum hamba

Dia
yang akan menjadi pelepas duka dan lara

Dia
yang akan menjadi teman hingga saat terahir
hamba

Dia
yang hatinya di slimuti Ta'at dan taqwa

YA ALLAH
Pertemukanlah kami di sebuah majlis
pernikahan tanpa Harus pacaran dan
berdua-duaan

YA ALLAH
pertemukanlah kami hanya karnaMU

DI ATAS RIDHOMU
AAMIIN

Selamat mencoba

.. MENGHITUNG HARGA NAFAS KITA ...



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sahabatku ..
Pernahkah kita menanyakan harga Oksigen di Apotik ?
Jika belum tahu, +/- Rp 25ribu/liter,

Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotik ?
Jika belum tahu, +/- Rp 9.950/liter.

>> Taukah kita Bahwa <<

Dalam sehari manusia menghirup 2.880 liter Oksigen dan 11.376 liter Nitrogen-

2.880 x Rp.25.000,- = Rp. 72.000.000,-
11.376 x Rp. 9.950,- = Rp.113.191.200,-
---------------------------------------
Total biaya sehari - = Rp.185.191.200,-

biaya bernafas 1 bln = 30 x 185.191.200,- = Rp.5.555.736.000,-

1 thn 365 hari maka biaya untuk bernafas selama 1 th
365 x 185.191.200 = Rp.67.594.788.000,-

Jika harus dihargai dengan Rupiah maka Oksigen & Nitrogen yang kita hirup, akan mencapai Rp.185Juta lebih/hari/manusia ..!!

Sahabatku ...

Jika kita hitung kebutuhan kita sehari Rp.185 Juta, Maka sebulan Rp.5,5M/orang, setahun Rp.67,5 Milyar /orang ..

sudah berapa lamakah kita hidup di bumi Allah ini?
dan.... berapa rupiah biaya yang harus kita keluarkan untuk hidup selama itu, jika udara yang kita hirup harus dibayar?

SUBHANALLAH ...

业 ‘‘BERSYUKURLAH’’ 业



Bismillaahir Rahmaanir Rahiim...
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Coba anda sisihkan waktu sejenak untuk bersyukur atas hal² baik dalam hidup anda. Renungkan tentang apa yang telah anda capai, orang² yang memperhatikan anda, pengalaman yang telah anda dapatkan, keahlian dan minat yang anda miliki, apa yang anda percayai, dan hal² yang terindah dalam hidup anda.

Hal² yang anda hargai, pelihara, dan jaga akan terus meningkat dalam hidup anda. Kelimpahan dimulai dengan dengan rasa syukur.

Dengan rasa syukur yang tulus, anda menghargai apa yang telah anda miliki, yang selanjutnya akan mendorong anda secara mental, spiritual, dan fisik untuk mencapai apa saja yang menjadi tujuan anda.

Bagaimana mungkin anda mendapatkan hal² yang lebih besar, bila anda tidak bersyukur atas apa yang telah anda miliki saat ini...???

Toh semuanya, hanya bisa dimulai dengan apa yang anda telah miliki tersebut...!!!

Anda tahu, bahwa anda dapat mencapai tujuan, karena anda pernah merintis hal seperti itu. Pengalaman adalah milik anda yang patut disyukuri.

Siapa bilang tidak ada hal² yang bisa disyukuri...???

Segalanya dalam jangkauan anda saat anda bersyukur akan apa yang telah anda dapatkan...!!!

Alhamdulillah...
Besyukurlah hanya kepada Allah SWT...

◦♥◦ ‘‘ѕαĻαм мαηιѕ вυαт γαηφ вαςα’’ ◦♥◦

◦-◦(⊙ ‘‘ιηѕγα αĻĻαн вєrмαηfααт’’ ⊙)◦-◦

业 ‘‘ASAL MULA KA’BAH’’ 业



Dahulu Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim as dibantu anaknya, Nabi Ismail as. Kini para jamaah dari seluruh penjuru dunia banyak berdatangan ke Masjidil Haram untuk tawaf di Ka’bah.

Kisah awal mula dibangunnya Ka'bah tersebut terjadi pada zaman Nabi Ibrahim as. Dalam Al Qur'an Allah SWT berfirman,

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

Artinya:
"Sesungguhnya rumah yang mula² dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia...!!!" (QS. Ali Imran: 96).

Ahli kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis, oleh karena itu Allah SWT membantahnya.

Ayat itulah yang menjadi asbabul nuzul dari pembangunan Ka'bah.

Dikisahkan, bahwa Nabi Ibrahim as membawa istrinya Siti Hajar dan putanya Ismail ke daerah Makkah. Pada saat itu Hajar dalam keadaan menyusui putranya. Nabi Ibrahim kemudian menempatkan Hajar dan Ismail di samping pohon besar.

Pada saat itu, di tempat tersebut tidak berpenghuni dan kering. Nabi Ibrahim as kemudian meninggalkan keduanya yang hanya berbekal beberapa kurma serta bejana yang berisi air.

Ketika Nabi Ibrahim hendak pergi, Hajar mengikutinya seraya berkata, "Wahai Ibrahim, kemanakah engkau akan pergi...??? Apakah engkau akan meninggalkan kami, padahal di lembah ini tidak ada seorang pun dan tidak ada makanan apapun...!!!" ucap Hajar secara berkali², namun Nabi Ibrahim a.s. tidak menghiraukannya.

"Apakah Allah SWT yang memerintahkan engkau berbuat seperti ini...???" (tanya Hajar.)

"Benar...!!!" (jawab Nabiyullah Ibrahim.)

Hajar lalu berkata, "Kalau begitu, Dia (Allah) tidak akan membiarkan kami...!!!"

Nabi Ibrahim as sampai di daerah Tsaniah, dimana tidak telihat lagi oleh keluarga yang beliau tinggalkan.

Di sana Nabi Ibrahim as berdo'a,
"Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam²an di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati nanti. Ya Rabb kami, yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah²an, mudah²an mereka bersyukur...!!!"

Ketika persediaan air mereka habis, Hajar pun mencari air untuk dia dan putranya. Dia pergi ke bukit Shafa mencari apakah ada orang di sana. namun, dia tidak menemukan siapapin di sana.

Hajar pun kemudian pergi ke Marwah dan mencari² orang di sana dan ternyata dia tidak menemukan seorang pun. Hajar berulang² pergi dari Shafa ke Marwah, kemudian sebaliknya dari Marwah ke Shafa sampai 7 kali.

Oleh karena itulah di dalam ibadah haji ada yang namanya Sai, yaitu lari² kecil dari Shafa ke Marwah dan sebaliknya hingga 7 kali.

Sampai di Marwah, Hajar mendengar suara yang menyuruhnya diam. Ternyata suara itu berasal dari Malaikat. Lalu Malaikat itu mengais tanah hingga airnya keluar.
(Ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa air muncul, air zam² karena hentakan kaki Nabi Ismail yang masih bayi itu, Wallahu A'lam).

Selanjutnya ia pun turun, mengisi bejana dan kembali lagi dia memberi minum putranya, Ismail. Setelah beberapa waktu berlalu, ada sebuah rombongan dari suku Jurham datang ke tempat tersebut. Mereka tinggal di sekitar air zam² bersama Hajar dan Ismail. Ini semua mereka lakukan atas izin dari Siti Hajar.

Nabi Ismail pun tumbuh menjadi dewasa dan belajar bahasa Arab dari suku Jurham tersebut. Beliau juga menikah dengan salah seorang wanita dari mereka.

Pada suatu saat, Nabi Ibrahim datang ingin menjenguk putranya Nabi Ismail as. Ketika sedang meraut anak panah, Nabi Ibrahim as pun datang. Nabi Ismail pun bangkit menyambutnya dan mereka langsung berpelukan melepaskan rindu.

"Wahai anakku, sesungguhnya Allah menyuruhku menjalanakan perintah...!!!" (kata Nabi Ibrahim.)

"Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Rabbmu...!!!" (sahut Nabi Ismail.)

"Apakah engkau akan membantuku...???" (tanya Nabi Ibrahim.)

"Aku pasti akan membantumu, Wahai Nabiyullah...!!!" (seru Ismail.)

Nabi Ibrahim kemudian menunjuk ke tumpukan tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya seraya berkata, "Sesungguhnya Allah menyuruhku membuat suatu rumah di sini...!!!"

Pada saat itulah keduanya bahu membahu meninggikan pondasi Baitullah. Ismail mulai mengangkut batu, sementara Nabi Ibrahim memasangnya. Setelah bangunan tinggi, Ismail membawakan sebuah batu untuk pijakan bagi Nabi Ibrahim as. Batu itulah yang kemudian disebut sebagai tanda makam Ibrahim.

Mereka pun terus menerus bekerja sambil mengucapkan doa, "Wahai Rabb kami, terimalah dari kami (amalan), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui...!!!"

Sampai akhirnya tuntaslah pembangunan Baitullah itu. Ka'bah pun akhirnya berdiri di bumi Allah SWT.

(Nabi Ibrahim as ini kala menerima perintah Allah SWT, anak istri pun tak mampu mencegahnya. Terbukti dia meninggalkan anak istrinya di suatu lembah yang sepi meski hati tidak tega. namun itulah perintah Allah SWT, harus selalu ditaati).

Ka'bah. Rumah Allah SWT, Baitullah ini akan selalu dijaga sampai hari kiamat nanti. Terbukti saat ada raja yang ingin menghancurkan ka'bah, namun di tengah jalan mereka dihadang oleh pasukan dari langit.

Ingat Surat Al-Fiil berikut ini:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ

Artinya:
1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah.
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia²?
3. dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong²,
4. yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Yang dimaksud dengan tentara bergajah ialah tentara yang dipimpin oleh Abrahah Gubernur Yaman yang hendak menghancurkan Ka'bah. sebelum masuk ke kota Mekah tentara tersebut diserang burung² yang melemparinya dengan batu² kecil sehingga mereka musnah.

Subhanallah...
Maha suci Allah SWT dengan segala firmannya...

╔═══­­­­­­═­­═­­­­═­­═­­═­­═­­══­­══­­═­­­­═­­═­­═­­­­╗
╠ Insya ALLAH Bermanfaat...
╚═­­═­­═­­­­═­­­­­­═­­═­­­­═­­═­­­­═­­═­­═­­═­­­═­­══­­═­­­═­­­­╝

Ketika Cinta Berbicara



Assalamu'alaikum Sahabat. Para pujangga sastra, tak pernah kehabisan pena untuk menuliskan kisah cinta manusia. Dari kisah Romeo dan Juliet besutan William Shakespeare hingga Habibi & Ainun yang tengah tayang di layar lebar negeri kita. Dalam sejarah Islam, kisah cinta inspiratif juga tergambar jelas dalam proses pernikahan Nabi Muhammad saw dan Siti Khadijah atau Ali bin Abi Thalib dengan Siti Fatimah az-Zahra.

Ketika cinta berbicara, manusia bisa menjadi mulia atau terhina. Tergantung bagaimana dia mensikapinya. Jika cinta membuat kita gelap mata, hawa nafsu yang akan menjadi kepala dan kita menjadi hina karenanya. Rasulullah tidak pernah PACARAN dalam pekara cinta. Karena itu jebakan setan yang menggiring manusia mendekati zina. Mereka yang terjebak akan dengan mudah tergoda berbuat maksiat sehingga setiap hari menabung dosa. Namun jika cinta disikapi sewajarnya, keimanan yang akan menjaga dan kita hidup mulia karenanya. Seperti Nabi Yusuf yang tak tergoda dengan paras cantik Siti Zulaikha yang tergila-gila padanya.

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita....(QS. Ali Imran: 14)

"Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan, bencilah orang yang kamu benci sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai." (HR. At-Tirmidzi)

Jadikanlah cinta sebagai media untuk semakin dekat pada-Nya. Bukan justru menjauhkan diri kita dari keridhoan-Nya. Hati-hati dengan gaya hidup hedonis yang memanjakan syahwat dibalik ekspresi cinta. Seolah fenomena Pacaran atau Teman Tapi Mesra suatu hal yang biasa padahal penuh dengan kubangan dosa. Tempatkan cinta Allah di atas segalanya. Agar hidup kita mulia di dunia dan di akhirat mendapat surga. Khitbah dan nikah adalah ekspresi cinta legal sesuai hukum syara. Jika sudah siap, bersanding di pelaminan adalah pilihan utama dan pertama. Jika belum siap, kendalikan cinta dengan aktifitas dakwah dan berpuasa. Jika Rasullulah teladan kita tak pernah berpacaran, lantas apa alasan kita berbuat sebaliknya?

... ''Renungkanlah Wahai Para Muda Mudi'' ..

.

Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan pertanyaan ini!

Apakah kau dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kau lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kau yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kau berani mengatakan,pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ?Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?

Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kau takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? " Aku ingin calon pendamping yang baik-baik" Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran,hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi " Aku bukan calon pendamping yang baik",bekas dari tanganmu,sungguh bekas tanganmu ?

Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari'at agama,yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?

Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/ suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?

Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu.

Apakah kau percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kau bilang sebagai bumbu penyedap ?

Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kau tega menyeret Orang tuamu ke dalam neraka Api ALLAH ?Kamu tuntut mereka di hadapan ALLAH karena tidak melarang kau berpacaran dan tidak menganjurkan kau untuk segera menikah.

Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah,tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.

Wahai ikhwan akhwat fillah...semoga ini bisa jadi bahan renungan bagi diri kita masing"...

didalam islam tidak ada ajaran pacaran.pacaran sampai menikah cuma dapat mawaddah.bila melalui jalan ta'aruf,..khitbah dan ijab qobul,Insya ALLAH mawaddah warahmah didapat

Ingat Pacaran setelah Menikah itu yang terbaik..

Salam Santun Salam Ukhuwah fillah Mahabbah..